Breaking News
Apel Siaga Karhutla di Concong, Perkuat Sinergi Stakeholder dan Masyarakat Hadapi Ancaman El Nino 2026 | Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun Secara Rutin Melaksanakan Kegiatan Senam Pagi | Sekda Medison Minta Wasit Pimpin Pertandingan Secara Adil, 36 Pengadil Disiapkan untuk DCL 2026 | Pemkab Dharmasraya Gelar Pasar Murah Ketiga, Warga Sungai Rumbai Diimbau Datang Lebih Awal | Peringati Hari Lahir Pancasila dan Harkitnas 2026, Wabup Dharmasraya Ajak Perkuat Persatuan Bangsa | AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro Undang Masyarakat Ikuti Police Woman Run 2026 |

Pemkot dan Bea Cukai Terus Tekan Peredaran Rokok Ilegal 
Jumat 20 Juni 2025, 19:35 WIB

Siagaonline.com, Kota Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bersinergi dengan Bea Cukai Tegal terus mencegah peredaran rokok ilegal di Kota Pekalongan, tak hanya melalui operasi tapi juga imbauan kepada masyarakat untuk tak membeli rokok ilegal.

 

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid talkshow bersama Kepala Kantor Perwakilan Bea Cukai Tegal, Yuliyarto di Hotel Khas Pekalongan, Kamis siang (19/6/2025).

 

"Temuan rokok ilegal di Kota Pekalongan masih tergolong rendah dibanding daerah lain tapi komitmen kami kuat untuk menghentikan peredaran rokok ilegal, tentunya bersinergi dengan Bea Cukai, Satpol P3KP, Polres Pekalongan Kota," ujar Aaf.

 

Menurut Aaf peran paling penting ialah masyarakat yang harusnya andil menghilangkan peredaran rokok ilegal. "Periode ini memang secara statistik temuan rokol ilegal naik. Ada beberapa faktor yang membuat rokok ilegal semakin marak, di samping kondisi ekonomi yang dilematis saat ini rokok ilegal hadir dengan harga murah," terang Aaf.

 

Disebutkan Aaf, masih banyak rokok yang legal dengan harga murah. Kenapa harus yang legal? Pajak negara dari cukai rokok bisa dikembalikan ke masyarakat untuk kesehatan dan lainnya. "Periode ini untuk dbhcht Kota Pekalongan sebanyak Rp21 milyar," tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bea Cukai Tegal, Yuliyarto menerangkan bahwa adanya rokok ilegal ini menyebabkan kerugian negara yang tidak sedikit. Masyarakat masih bisa mengonsumsi rokok dengan harga murah dan legal di pasaran. "Dari harga rokok itu 60 persen untuk negara, jika banyak rokok ilegal artinya tidak ada tang dikembalikan ke masyarakat. Fungsi kami, bea cuka ialah membatasu peredaran, jika legal dapat kami kontrol untuk kesehatan masyarakat sedangkan yang ilegal kita tak tahu bahan yang digunakan dan efeknya untuk kesehatan," beber Yuliarto.

 

Yuliarto menyatakan, sekarang banyak warung yang menjual rokok ilegal, masyarakat harus mengambil peran untuk tidak membeli rokok ilegal. Jika tidak ada yang beli tentu tidak akan ada gang jual. "Masyarakat harus mulai peduli, jangan mudah tergiur dengan rokok murah tapi ilegal," tukasnya. 

(ims/ledian)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top